Sirah Nabawiyah | Al Buthy

Kategori: Best Sellers » Katalog » Rabbani Press » Sejarah & Biografi » Sirah Nabawiyah | 481 Kali Dilihat
Sirah Nabawiyah | Al Buthy Reviewed by admin on . This Is Article About Sirah Nabawiyah | Al Buthy

Penulis : Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthy Cover : Hard Cover Tebal : 513 Halaman Ukuran : 15 cm x 23 cm Berat :900 Gram Pentingnya Mengkaji Sirah Nabi Bagi umat Islam, kepercayaan dan kecintaan terhadap Nabi Muhammad jelas merupakan sesuatu yang inheren dalam dirinya dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Persoalannya… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga: Rp 115.000 Rp 95.000
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : RBNI01
Stok Tersedia
0.8 Kg
16-03-2021
Detail Produk "Sirah Nabawiyah | Al Buthy"

Penulis : Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan Al-Buthy
Cover : Hard Cover
Tebal : 513 Halaman
Ukuran : 15 cm x 23 cm
Berat :900 Gram

Pentingnya Mengkaji Sirah Nabi

Bagi umat Islam, kepercayaan dan kecintaan terhadap Nabi Muhammad jelas merupakan sesuatu yang inheren dalam dirinya dan tidak dapat dipisah-pisahkan. Persoalannya adalah, bagaimana kita bisa mendudukkan beliau sebagai tokoh identifikasi dan tipe ideal yang terus memandu dan memberi nafas dalam kehidupan kita. Itulah yang coba kita usahakan sedikit demi sedikit dalam kehidupan kita. Kita ingin merealisasikan ayat: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu” (al-Ahzab [33]: 21).

Agar kita bisa memperoleh gambaran yang utuh dan menyeluruh tentang sosok Nabi ini, tentu saja kita harus merujuk pada sejarah dan narasi kehidupan beliau. Maka di sinilah pentingnya kita mengkaji dan mempelajari sirah nabawiyah. Bahkan studi tentang sejarah Nabi bukan hanya terdiri dari rangkaian tahun demi tahun, atau peristiwa demi peristiwa yang dialami oleh seorang Nabi, tapi sasaran kajian sirah Nabi juga adalah agar setiap Muslim memperoleh gambaran yang sempurna tentang hakikat Islam, yang tercermin dalam kehidupan Nabi. Karena sumber sirah nabawiyah itu sendiri adalah Kitabullah (al-Qur’an), sunnah nabawiyah yang suci, dan kitab-kitab sirah.

Setidaknya ada lima sasaran yang bisa kita tuju dengan mengkaji sirah nabawiyah. Pertama, memahami pribadi kenabian Rasulullah saw. melalui celah-celah kehidupan dan kondisi-kondisi yang pernah dihadapinya, untuk menegaskan bahwa Rasulullah bukan hanya seorang yang terkenal genial di antara kaumnya, tetapi sebelum itu beliau adalah seorang Rasul yang didukung oleh Allah dengan wahyu dan taufiq dari-Nya.

Kedua, agar manusia mendapatkan gambaran al-matsal al-‘ala (tipe ideal) menyangkut seluruh aspek kehidupan yang utama untuk dijadikan undang-undang dan pedoman kehidupan. Ketiga, agar manusia mendapatkan sesuatu yang dapat membantunya dalam memahami Kitab Allah dan semangat tujuannya. Karena banyak ayat al-Qur’an yang baru bisa ditafsirkan dan dijelaskan maksudnya melalui peristiwa-peristiwa yang pernah dihadapi Rasulullah.

Keempat, melalui kajian sirah nabawiyah ini seorang Muslim dapat mengumpulkan sekian banyak tsaqafah dan pengetahuan Islam yang benar, baik menyangkut aqidah, hukum, maupun akhlak. Dan sasaran kelima, agar setiap pembina dan da‘i Islam memiliki “contoh hidup” menyangkut cara-cara pembinaan dan dakwah. Adalah Rasulullah saw. seorang da’i, pemberi nasihat dan pembina yang baik. Yang tidak segan-segan mencari cara-cara pembinaan dan pendidikan terbaik selama beberapa periode dakwahnya.

Untuk memenuhi lima sasaran tersebut, maka buku Sirah Nabawiyah karya Dr. Muhammad Sa‘id Ramadhan al-Buthi ini kiranya cukup memadai untuk dijadikan sebagai pegangan utama dalam mengkaji sejarah hidup Nabi. Buku yang ditelorkan oleh ulama asal Syria ini terdiri dari enam bagian utama, ditambah dengan bagian penutup.

Bagian pertama, merangkum bahasan tentang pentingnya sirah nabawiyah untuk memahami Islam, sumber-sumber sirah nabawiyah, rahasia Jazirah Arabia sebagai tempat kelahiran dan pertumbuhan Islam, Muhammad penutup para Nabi dan hubungan dakwahnya dengan dakwah-dakwah samawiyah terdahulu, juga bahasan tentang jahiliyah dan sisa-sisa hanifiyah.

Bagian kedua, membedah sejarah Nabi yang terbentang sejak kelahiran hingga kenabian. Bagian ketiga, dari kenabian hingga hijrah. Bagian keempat, ulasan tentang asas masyarakat baru. Bagian kelima berkisah tentang periode perang membela diri. Bagian keenam, bahasan berkisar seputar Fathu Makkah—periode baru dalam dakwah. Sementara bagian penutup menyajikan paparan tentang sebagian sifat Nabi dan keutamaan ziarah ke masjid dan kuburannya.

Dengan paparannya yang luas itu, buku ini berguna bagi siapa saja yang mengaku dirinya sebagai Muslim dan cinta terhadap Rasulnya, entah pelajar, mahasiswa, da’i, politisi, petani, seniman, militer, pebisnis, presiden, dan siapa pun yang menyandang dirinya Muslim. Karena Sa’id Ramadhan al-Buthi berhasil melukiskan seluruh kisi kehidupan Nabi yang mencakup semua aspek sosial dan kemanusiaan yang ada pada manusia, baik sebagai pribadi maupun anggota masyarakat yang aktif.

Bagi seorang da’i misalnya, karya ini mungkin bisa menjadi cermin dan pegangan dari tugas dakwahnya yang terus diperjuangkannya. Setidaknya dia bisa menangkap ibrah, sampai pada tahap mana dakwah yang dijalaninya. Sementara bagi seorang pemimpin atau calon pemimpin, mestinya dia bisa belajar dari proses perjuangan Nabi hingga terbentuknya masyarakat baru yang mencengangkan dunia.

Problema disintegrasi yang dihadapi bangsa ini adalah bagian dari tugas berat yang dihadapi oleh calon presiden nanti. Masalah krusial ini tentu saja harus diselesaikan, maka seyogianya dia bisa belajar dari Nabi, yang piawai sekali dalam menanamkan nilai-nilai persaudaraan. Suku Aus dan Khazraj yang tadinya rentan terhadap perpecahan dan pertumpahan darah, berhasil “dijinakkan” oleh Nabi. Para pemimpin bangsa ini juga harusnya mau belajar dari kegemilangan Rasulullah dalam mempersaudarakan para sahabat dari kaum Muhajirin dan Anshar, yang kemudian menjadi salah satu pilar kekuatan Islam dalam menghadapi segala tantangan dan benturan dakwah Islam.


Rp 42.000

Rp 38.000


Rp 95.000

Rp 80.750


Rp 87.000

Rp 73.950


Rp 105.000

Rp 89.000

 
Chat via Whatsapp