Mendidik Anak Laki-Laki.

Kategori: Aqwam » Katalog » Parenting, Pernikahan & Wanita | 73 Kali Dilihat
Mendidik Anak Laki-Laki. Reviewed by admin on . This Is Article About Mendidik Anak Laki-Laki.

Mendidik Anak Laki-Laki Rp. 55.000,00 Penulis Dr. Khalid Asy-Syantut ISBN 978-979-26-6323-5 Cover Soft cover Ukuran | Berat 14×20,5 | 230 Apakah selama ini Anda termasuk orang yang percaya teori adanya masa puber bagi anak muda? Apakah Anda juga yakin bahwa Anda muda harus melalui fase tertentu, di mana ia akan… Selengkapnya »

Rating: 1.0
Harga: Rp 55.000 Rp 49.500
Pemesanan Juga dapat melalui :
SKU : AQWM05
Stok Tersedia
0.23 Kg
14-08-2022
Detail Produk "Mendidik Anak Laki-Laki."

Mendidik Anak Laki-Laki
Rp. 55.000,00
Penulis Dr. Khalid Asy-Syantut
ISBN 978-979-26-6323-5
Cover Soft cover
Ukuran | Berat
14×20,5 | 230

Apakah selama ini Anda termasuk orang yang percaya teori adanya masa puber bagi anak muda? Apakah Anda juga yakin bahwa Anda muda harus melalui fase tertentu, di mana ia akan mengalami kegoncangan psikis dan kritis jati diri? Apakah anda juga permisif dan memaklumi tingkah pola tak karuan anak muda mengatasnamakan bagian dari metode pendidikan?

Buku ini mengajak Anda untuk membuang jauh-jauh teori di atas yang sebetulnya hanyalah khayalan tak berdasar. Di mulai dari fakta bahwa pemuda yang cukup kebutuhan jasmani dan rohaninya akan melewati masa mudanya dengan aman, tanpa gejolak karuan yang di sebutkan tadi. Juga penyadaran bahwa dalam Islam tida di kenal istilah remaja (al-murahiq) yang identik dengan kegoncangan dan krisi jati diri. Yang ada, istilah pemuda (syabab) yang lekat denga semangat maju dan masa depan cerah.

Penulis memberiakan komparsi utuh dua buah masyarakat yang membentuk kehidupan pemuda. Antara masyarakat materialistis di perkoatan dengan masyarakat pendesaan yang masih bebas dari gaya hidup masyarakat pertama. Komparasi tersebut akhirnya menggiring pada sebuah kesimpulan: sejauh mana komitmen masyarakat terhadap islam, sejauh itu ia akan memberikan jaminan bagi pemuda untuk melewati fase kehidupannya dengan baik dan selamat.

Tak berhenti hanya di teori keras semata, penulis juga menyodorkan satu ploa pendidikan parktis bagi pemuda, dengan menjadikan masjid sebagi sentral utama pergaualan sekaligus pendidikan non-formalnya. Memang, sudah saatnya mengakhiri krisis moral pemuda dengan resep dan nilai-nilai islam, dan mendekatkan masjid dalam kehidupan mereka sehari-hari. Bagaimana caranya, temukan dalam buku ini.

 
Chat via Whatsapp